DI BAWAH LANGIT UHUD: MENGHIDUPKAN SPIRIT PENGORBANAN

Kategori : Umrah, Tips, Liputan Acara, Iklan dan Promosi, Hikmah dan Fadilah, Berita, Ditulis pada : 25 Februari 2026, 15:59:52

Langkah kaki jamaah umrah UGTMAS (pada hari Rabu 25 Februari 2026) menapaki satu hamparan tanah bersejarah di Kota Madinah. Di sanalah berdiri saksi bisu pengorbanan: kawasan Jabal Uhud, tempat terjadinya Perang Uhud pada tahun 3 Hijriah.

 

Kilas Balik Syuhada Uhud

Perang Uhud mempertemukan kaum Muslimin yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW melawan pasukan Quraisy dari Makkah. Pada awal pertempuran, kaum Muslimin meraih kemenangan. Namun, sebagian pasukan pemanah yang ditempatkan di bukit kecil meninggalkan posnya karena mengira perang telah usai. Momentum itu dimanfaatkan musuh untuk menyerang balik dari arah belakang.

Akibatnya, 70 sahabat gugur sebagai syuhada. Di antara mereka terdapat paman Rasulullah SAW, Hamzah bin Abdul-Muthalib, yang dikenal sebagai Sayyidus Syuhada. Kawasan pemakaman para syuhada inilah yang kini diziarahi, mengingatkan setiap hati tentang arti ketaatan, disiplin, dan pengorbanan tanpa syarat.

Di hadapan pusara para syuhada, jamaah UGTMAS berdiri dalam hening. Bukan sekadar kunjungan fisik, tetapi ziarah batin. Mengingat betapa mahalnya harga sebuah kelalaian, dan betapa agungnya derajat mereka yang istiqamah dalam perintah Rasul.

Screenshot_46.jpg

Jabal Rumat: Bukit Pemanah yang Sarat Pelajaran

Tidak jauh dari makam Syuhada Uhud, berdiri sebuah bukit kecil bernama Jabal Rumat. Di tempat inilah Rasulullah SAW menempatkan 50 pemanah dengan pesan tegas: Jangan tinggalkan posisi apa pun yang terjadi.

Namun ketika sebagian turun sebelum ada instruksi, sejarah pun berubah arah. Peristiwa ini menjadi pelajaran abadi bahwa ketaatan kepada pemimpin dan kesabaran dalam menjalankan amanah adalah kunci keselamatan bersama.

WhatsApp Image 2026-02-25 at 14.12.49.jpeg

Jamaah UGTMAS memandang bukit itu dengan hati yang bergetar. Bukit yang tampak sederhana, tetapi menyimpan pesan strategis dan spiritual. Ia bukan sekadar tanah tinggi, melainkan simbol disiplin, loyalitas, dan konsekuensi dari sebuah keputusan.

 

Dari Uhud, jamaah belajar tentang sabar dalam ujian.

Dari Jabal Rumat, jamaah belajar tentang taat dalam amanah.

Dari para syuhada, jamaah belajar tentang keikhlasan hingga akhir hayat.

WhatsApp Image 2026-02-25 at 14.27.33.jpeg

Semoga jejak langkah di Uhud menjadi saksi bahwa perjalanan ini bukan hanya safar jasmani, tetapi juga hijrah hati menuju kedekatan yang lebih dalam kepada Allah SWT.

 

Report: Ach Subadar Syufaat | UGTMAS

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id